UNCATEGORIZED

Bukan Sekadar Medali, Sumpah Pemuda Jadi Momentum Siswi MTs HULIYYATUL ILMI Mengembangkan Diri

Bukan Sekadar Medali, Sumpah Pemuda Jadi Momentum Siswi MTs HULIYYATUL ILMI Mengembangkan Diri

SIDOARJO || GEMPAR. NEWS — Sebuah medali mungkin hanya berupa benda kecil, tetapi perjuangan dan kesempatan di baliknya memiliki arti yang jauh lebih besar. Semangat itulah yang tercermin dari prestasi dua siswi MTs HULIYYATUL ILMI dalam ajang *Jawa Timur Science Competition* (JSC) 2026 yang diselenggarakan oleh Pateron Indonesia dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Queensha berhasil meraih medali emas bidang Bahasa Inggris, sementara Zakira memperoleh medali perunggu bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi madrasah sekaligus pengingat bahwa setiap anak memiliki potensi yang layak diberi ruang untuk tumbuh.

Bagi Queensha dan Zakira, mengikuti kompetisi bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara. Kesempatan untuk mencoba, menguji kemampuan, dan mendapatkan pengalaman baru menjadi bagian penting dari perjalanan mereka dalam belajar dan berkembang.

“Terima kasih MTs HULIYYATUL ILMI telah memberikan kami kesempatan untuk mengembangkan diri. Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk terus belajar, berani mencoba, dan berusaha meraih prestasi yang lebih baik,” ungkap Queensha.

Kebahagiaan atas pencapaian tersebut sejalan dengan komitmen MTs HULIYYATUL ILMI dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk menemukan bakat, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan karakter.

Kepala MTs HULIYYATUL ILMI, Alix Widyana, S.T., menjelaskan bahwa madrasah mengusung semangat **“Traditional Soul, Modern School”** sebagai upaya memadukan nilai-nilai luhur budaya dengan pendidikan yang mengikuti perkembangan zaman.

“Kami ingin setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya. Pendidikan bukan hanya tentang nilai dan prestasi akademik, tetapi juga tentang membentuk karakter, menumbuhkan kreativitas, serta mengenalkan anak pada akar budaya dan identitasnya,” ungkapnya.

Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti membatik, hadrah, menari, hingga *outing class* yang mengenalkan siswa pada permainan tradisional. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga mengenal budaya, membangun kebersamaan, dan menghargai warisan bangsa.

Momentum Sumpah Pemuda pun menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki banyak cara untuk berkontribusi bagi masa depan Indonesia. Ada yang tumbuh melalui ilmu pengetahuan, ada yang berkembang melalui seni dan budaya, dan ada pula yang menemukan kepercayaan dirinya melalui pengalaman-pengalaman baru.

Bagi MTs HULIYYATUL ILMI, setiap kesempatan belajar merupakan langkah penting dalam perjalanan seorang anak. Sebab, keberhasilan pendidikan bukan hanya terlihat dari medali yang berhasil dibawa pulang, melainkan juga dari tumbuhnya keberanian untuk mencoba, semangat untuk belajar, dan keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *