GEMPARNEWS

Jembatan Tarik Memprihatinkan: Bupati Subandi Pastikan 2027 Akan Dibangun

Sidoarjo | Gemparnews.id – Ancaman keselamatan mengintai pengguna jalan di jembatan penghubung Desa Tarik, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Kondisi fisik yang menua, sempit, dan minim pengaman membuat jalur lintas kabupaten ini rawan kecelakaan, terutama saat kendaraan berpapasan.

Pengelolahan sampah amburadul, Pemkab Sidoarjo siapkan sistem terintegrasi Bupati Subandi tinjau langsung sekolah ambruk, rarget perbaikan tuntas usai lebaran.

Fakta tersebut terungkap saat Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., melakukan inspeksi mendadak (sidak), Sabtu (2/5/2026). Ia meninjau langsung jembatan yang menghubungkan wilayah Sidoarjo dengan Desa Kwatu, Kabupaten Mojokerto, usai agenda sidak rumah tidak layak huni (RTLH) dan penyaluran bantuan kursi roda.

Di lapangan, kondisi jembatan dinilai tidak lagi memenuhi standar kelayakan. Selain konstruksi yang sudah tua, posisi jembatan lebih rendah dari badan jalan, dengan lebar terbatas yang tidak mampu menampung arus kendaraan dua arah secara aman. Kerusakan juga terlihat pada pagar pembatas yang kini hanya tersisa di satu sisi.

Situasi ini diperparah dengan minimnya rambu pengaman. Warga setempat bahkan sempat memasang tali rafia sebagai penanda darurat di bagian jembatan yang rusak. Namun, upaya tersebut tidak bertahan lama.

“Sengaja dipasang tali rafia oleh warga, namun sekarang sudah lepas. Kalau tidak ada rambu, dikhawatirkan pengendara motor atau mobil jatuh ke air. Apalagi kalau berpapasan mobil, dikira jembatannya lebar, padahal tidak muat,” ujar Efendi (36), warga setempat.

Menurut Bupati Subandi, pembangunan jembatan sebenarnya telah direncanakan sebelumnya, namun harus tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran.

“Harusnya ini tahun kemarin jembatan ini bangun. Tapi karena ada efisiensi, akhirnya pembangunan ditunda,” kata Bupati Subandi.

Ia memastikan proyek tersebut akan kembali masuk agenda prioritas karena perannya sebagai akses vital antar kabupaten. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan pembangunan dimulai pada awal 2027.

“Sebab ini jembatan penghubung antar kabupaten dan akan segera kita bangun tahun 2027, dan tentunya harus segera ada perbaikan,” lanjutnya.

Subandi juga menyebutkan bahwa proses pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun 2027. “Nanti sekitar bulan 3 bulan 4 sudah ada pembangunan di sini ya,” katanya.

Selain pembangunan fisik, perhatian juga diarahkan pada kondisi lingkungan sekitar jembatan yang dinilai perlu penanganan. “Terus yang kedua juga normalisasi, kondisinya ini perlu untuk dinormalisasi,” tambahnya.

Dengan rencana tersebut, diharapkan akses transportasi antara Sidoarjo dan Mojokerto dapat kembali aman dan mendukung mobilitas masyarakat. Perbaikan infrastruktur ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.(Misti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *