UNCATEGORIZED

Resmi Dibuka di Surabaya, Pameran Lukisan Lintas Agama “Tunggal Roso” Diikuti 52 Pelukis dari Berbagai Daerah

Resmi Dibuka di Surabaya, Pameran Lukisan Lintas Agama “Tunggal Roso” Diikuti 52 Pelukis dari Berbagai Daerah

 

SURABAYA || GEMPAR. NEWS — Sebanyak 52 pelukis yang berasal dari berbagai daerah dan kota di Indonesia berkumpul dalam satu ajang bergengsi bertajuk Event Art Sketsa Indonesia — Tunggal Roso, sebuah pameran lukisan bersama yang mengusung semangat kebersamaan lintas agama. Pameran ini diselenggarakan oleh Art Space Widya Kartika, dan berlangsung di Gedung Widya Kartika, Jalan Dukuh Kupang Timur XIII Nomor 12A, Surabaya, pada hari Selasa (27/10/2026).

Pameran ini bukan sekadar panggung pementasan karya seni, melainkan sebuah ruang pertemuan yang hangat bagi para seniman lukis dari berbagai latar belakang daerah, pulau, dan keyakinan. Puluhan pelukis hadir langsung untuk melihat karya rekan-rekan mereka sekaligus saling berbagi pandangan tentang seni dan kehidupan. Karya-karya yang dipajang menampilkan keragaman gaya, tema, dan warna yang justru semakin memperkaya wajah pameran ini.

Dalam wawancara dengan awak media, Ketua Panitia, Muchammad Khusni Tamrin, menjelaskan maksud dan tujuan diadakannya acara ini:

“Pameran ini kami selenggarakan untuk mempererat silaturahmi, menyatukan keragaman antar umat beragama melalui seni, sekaligus menjadikan seni sebagai jembatan kedamaian dan persaudaraan. Acara ini rencananya akan kami selenggarakan dua kali dalam satu tahun. Harapan kami ke depannya semakin banyak lagi pelukis yang mau bergabung, suasananya semakin ramai, semangat seniman terus menyala, kita semua tetap berkarya dan terus maju bersama.”

Pameran secara resmi dibuka oleh RD Yosef Eko Budi Susilo. Dalam sambutannya sebelum membuka pameran, beliau menyampaikan:

“Seni adalah bahasa universal yang mampu menyatukan hati tanpa terhalang perbedaan. Lewat pameran ini, kita buktikan bahwa keragaman bukan sekadar toleransi, melainkan kekuatan yang memperindah kehidupan. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan seni selalu menjadi jembatan kasih sayang antar sesama anak bangsa.”

Pameran “Tunggal Roso” yang berarti “Satu Perasaan” atau “Satu Hati” ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa di tengah perbedaan, kita tetap bisa bersatu dalam keindahan. Semangat kebersamaan yang ditanamkan melalui ajang ini sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda, yaitu satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air.

Pameran akan berlangsung hingga 31 Oktober 2026 dan terbuka untuk umum. Masyarakat Surabaya dan sekitarnya dipersilakan hadir untuk menikmati keindahan karya para seniman sekaligus merayakan kebersamaan dalam keberagaman.(DB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *