Tradisi Undo-Undo GKJW Bongso Rejo, Wujud Syukur dalam Kirab Budaya
Jombang || Gemparnews.id – Pada Minggu pagi, 3 Mei 2026, suasana Dusun Bongso Rejo tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.00 WIB, umat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Bongso Rejo telah berkumpul untuk menggelar tradisi tahunan “undo-undo” sebagai ungkapan syukur kepada Sang Pencipta. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan di wilayah Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
Acara tahun ini mengusung tema “Mengucapi dan Mensyukuri Pemberian Kasih Tuhan,” yang diwujudkan melalui kirab budaya tradisional. Para peserta tampil mengenakan beragam busana adat Nusantara, mencerminkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mempererat persaudaraan antarumat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), di antaranya perwakilan Camat, Danramil, dan Kapolsek, serta Kepala Desa beserta perangkatnya. Hadir pula tokoh masyarakat, tokoh agama, LPM setempat, serta Majelis Umat GKJW Bongso Rejo yang ikut menyukseskan acara tersebut.
Ibadah dan rangkaian kegiatan dipimpin oleh Pendeta Yudha. Dalam khotbahnya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh umat GKJW atas terselenggaranya acara dengan baik. Ia juga berharap tradisi ini dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang dengan semangat yang semakin kuat. Pendeta Yudha menekankan bahwa kegiatan tahun ini memiliki nuansa berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dengan adanya kirab budaya yang lebih meriah.
Kirab yang digelar menempuh jarak kurang lebih tujuh ratus kilometer (sebagaimana disebutkan panitia), menjadi simbol perjalanan iman dan ungkapan syukur yang panjang. Sepanjang rute, masyarakat tampak antusias menyaksikan iring-iringan peserta yang membawa berbagai hasil bumi dan kerajinan.
Selain kirab, acara juga dimeriahkan dengan kegiatan lelang hasil pertanian dan kerajinan tangan karya umat. Berbagai produk lokal ditawarkan, mulai dari hasil kebun hingga karya kreatif lainnya. Umat yang hadir turut berpartisipasi membeli hasil lelang tersebut. Dana yang terkumpul kemudian diserahkan untuk keperluan gereja, serta sebagian diberikan kepada pendeta sebagai bentuk ungkapan terima kasih.
Tradisi undo-undo ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan menjadi wujud nyata kebersamaan, iman, dan rasa syukur umat kepada Tuhan. Semangat gotong royong dan kekeluargaan yang tercermin dalam kegiatan ini diharapkan terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat Bongso Rejo. (Sri/Nada).
