Bahas Pendidikan Muamalah, Digitalisasi Agama, hingga Kerukunan Berbangsa, Dalam Acara Pembinaan ASN Kanwil Kemenag Jatim di Surabaya
Bahas Pendidikan Muamalah, Digitalisasi Agama, hingga Kerukunan Berbangsa, Dalam Acara Pembinaan ASN Kanwil Kemenag Jatim di Surabaya
SURABAYA || GEMPAR. NEWS — Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, yang digelar pada hari Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat dan staf di lingkungan Kemenag se-Jawa Timur, berlangsung secara tertib dan khidmat dengan menghadirkan narasumber berkompeten langsung dari pusat.
Pemateri pertama adalah Staf Khusus Menteri Agama RI, Dr. Drs. Ismail Cawidu, M.Si. Beliau menyampaikan materi bertema “Pendidikan Muamalah dan Pentingnya Modernisasi Agama dalam Digitalisasi”.
Dalam paparannya, Dr. Ismail Cawidu menjelaskan bahwa pendidikan muamalah tidak boleh terpisah dari dinamika perkembangan zaman. Agama harus mampu hadir dan menjawab tantangan di ruang digital tanpa kehilangan nilai-nilai luhurnya.
“Modernisasi agama bukan berarti mengubah ajaran, melainkan memperbarui cara kita menyampaikan dan memahaminya agar relevan dengan konteks kekinian. Digitalisasi adalah keniscayaan, dan umat beragama harus menjadi pelaku utama di dalamnya, bukan penonton apalagi pihak yang tertinggal. Muamalah yang baik adalah bagaimana kita membangun hubungan harmonis antarmanusia yang didukung oleh kemajuan teknologi dan etika yang kokoh.”
Pemateri kedua adalah Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Prof. Dr. Andi Salman Mangga Katung, S.H., M.H. Beliau mengangkat tema “Kerukunan Ideologi di Indonesia”.
Prof. Andi Salman menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara keyakinan masing-masing warga negara dengan ideologi bangsa, yaitu Pancasila. Perbedaan pandangan dan keyakinan adalah kekayaan bangsa, namun harus dijalin dalam satu kerangka persatuan.
“Kerukunan tidak berarti semua orang harus sama. Kerukunan berarti kita berbeda namun tetap berjalan pada satu jalur kebangsaan yang sama. Pancasila adalah rumah bersama kita, tempat semua ideologi dan keyakinan hidup berdampingan secara damai dan saling menguatkan, bukan saling mengungguli.”
Sementara itu, dari jajaran Aparatur Sipil Negara Kemenag Provinsi Jawa Timur, disampaikan materi bertema “Biografis yang Harmonis dan Peduli Lingkungan”. Materi ini mengajak seluruh peserta untuk membangun kepribadian yang utuh, harmonis dalam hubungan vertikal kepada Tuhan dan horizontal kepada sesama, serta tidak lupa menjaga kelestarian alam sebagai wujud keimanan dan tanggung jawab bersama.
“Manusia yang harmonis adalah manusia yang selaras antara ucapan, perbuatan, dan hatinya. Selain itu, menjaga lingkungan hidup juga bagian dari ibadah. Lingkungan yang sehat akan melahirkan manusia yang sehat dan berakhlak mulia. Mari kita mulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil, di lingkungan kerja maupun di tempat tinggal kita.”
Kegiatan pembinaan ini berjalan lancar hingga selesai. Diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, menjadi ASN yang tidak hanya profesional, tetapi juga berakhlak mulia, rukun sesama, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
(DB)
