TPQ Darul Ulum Menggelar Acara Munaqosyah Sebagai Uji Publik
KEBUMEN // GemparNews — Kualitas dan mutu pembelajaran Al-Qur’an akan terlihat ketika kemampuan santri diuji secara langsung. Hal tersebut tampak dalam kegiatan Uji Publik/Munaqosyah yang digelar di TPQ Darul Ulum, Gedonggong, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, hari ini, Minggu / 27 / 09 / 2026
Kegiatan tersebut menjadi salah satu ciri khas Metode Al-Insyirah, yakni menguji secara langsung hasil proses pembelajaran Al-Qur’an di hadapan para wali santri dan masyarakat.
Metode Al-Insyirah dikenal dengan konsep pembelajaran yang praktis, mudah dan menyenangkan, sehingga santri diharapkan dapat mengikuti proses belajar Al-Qur’an dengan lebih nyaman sekaligus mampu menunjukkan hasil belajarnya secara nyata.
Dalam kegiatan Munaqosyah tersebut, tim penguji dari Metode Al-Insyirah adalah Ust. Agus Faeshol dan Ust. Aziz Nur Richman, S.Ag. Proses Munaqosyah berlangsung dengan baik dan lancar. Para santri tampak mengikuti setiap tahapan ujian dengan penuh semangat.
Sementara itu, antusiasme para wali santri dan masyarakat juga terlihat sangat luar biasa. Mereka hadir untuk menyaksikan secara langsung kemampuan putra-putrinya dalam membaca Al-Qur’an setelah mengikuti proses pembelajaran di TPQ Darul Ulum.
Munaqosyah ini tidak hanya menjadi ajang pengujian kemampuan santri, tetapi juga memiliki beberapa tujuan penting.
Pertama, sebagai laporan hasil pembelajaran kepada kedua orang tua/wali santri, sehingga perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an dapat diketahui secara langsung.
Kedua, sebagai bahan evaluasi bagi lembaga dan para pengajar untuk mengetahui capaian pembelajaran sekaligus menjadi bahan perbaikan agar proses pembelajaran ke depan semakin baik.
Ketiga, memberikan motivasi dan meningkatkan prestasi santri, sekaligus melatih keberanian serta kepercayaan diri mereka untuk tampil dan membaca Al-Qur’an di hadapan penguji, orang tua, dan masyarakat.
Melalui kegiatan Uji Publik/Munaqosyah tersebut, Metode Al-Insyirah menegaskan bahwa proses pembelajaran Al-Qur’an tidak berhenti pada kegiatan belajar di dalam kelas, tetapi perlu dibuktikan melalui evaluasi dan penampilan nyata para santri.
“Belajar Al-Qur’an lebih mudah, praktis, menyenangkan dan berkah.” (Eed).
