Dugaan Mangkraknya SPJ BKK BUM Desa Sadang: Anggaran Cair, Kades Sadang Bungkam Saat Dikonfirmasi
SIDOARJO || GemparNews – Dugaan kejanggalan dalam pengelolaan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) BUM Desa Tahun 2025 di Desa Sadang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, kian menyedot perhatian publik. Pasalnya, data resmi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur per 16 Februari 2026 pukul 18.00 WIB secara eksplisit menempatkan Desa Sadang dalam daftar wilayah yang menunggak Laporan Pertanggungjawaban (SPJ).
Fakta ini memicu indikasi miring di masyarakat. Sidoarjo mencatatkan rekor buruk di Jawa Timur karena seluruh desa penerima BKK BUM Desa di wilayah ini berstatus 0 persen alias belum menyerahkan laporan keuangan sama sekali. Kondisi ini bertolak belakang dengan 14 kabupaten tetangga yang sudah tuntas 100 persen melaporkan penggunaan anggaran negara tersebut.
Indikasi ketidaktransparanan semakin menguat saat tim media melakukan upaya klarifikasi langsung. Pada Rabu (7/10/2026), awak media telah mengirimkan pesan konfirmasi tertulis via WhatsApp kepada Kepala Desa Sadang untuk mempertanyakan kejelasan alokasi dana, wujud fisik pekerjaan, hingga alasan mengendapnya laporan SPJ tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, Kades Sadang memilih bungkam tanpa memberikan klarifikasi sedikit pun.
Sikap tertutup Pemdes Sadang ini menimbulkan spekulasi liar di tengah warga. Muncul desakan agar pihak kepolisian, kejaksaan, serta Inspektorat Kabupaten Sidoarjo segera turun tangan melakukan audit investigatif secara menyeluruh. Pemeriksaan fisik di lapangan dan penelusuran mutasi rekening BUM Desa dianggap krusial untuk membongkar apakah ada potensi penyimpangan anggaran BKK BUM Desa 2025 yang merugikan keuangan daerah.
(Redaksi/Tim).
